Sabtu, 25 Oktober 2014
Manfaat dan Kerugian Internet bagi Psikologi
Sabtu, 16 Agustus 2014
Cobalah untuk selalu bersyukur
Jika kita sedang dihadapkan oleh suatu hal atau kejadian yang tidak menyenangkan, jangan selalu mengeluh, 'ngedumel', memaki, mengumpat atau apapun itu namanya yang mempunyai akhir hanya menyakiti jiwa kita saja, membuat emosi orang lain atau membuat orang lain terganggu. Alangkah lebih baiknya jika kita memikirkan hal yang lucu tentang kejadian yang menimpa kita lalu kita tertawakan, setelah tertawa kita lihat hal positif apa yang ada dibelakang kejadian itu, kenapa ? Karena dengan begitu hati kita jadi senang dan bahagia, kita pun jadi bisa lebih mensyukuri keadaan kita yang sekarang karena jika kita pikirkan lebih lanjut masi banyak orang yang tidak seberuntung kita. Kita pun harus selalu menikmati dan mensyukuri apa yang sudah kita terima. Seperti menikmati pekerjaan saat ini, mensyukuri rejeki yang telah kita dapat, dan kejadian-kejadian lainnya.
Selasa, 25 Maret 2014
Bentuk-bentuk Utama dalam Terapi
TERAPI SUPPORTIVE
- · Menguatkan daya tahan mental yang dimilikinya
- · Mengembangkan mekanisme daya tahan mental yang baru dan yang lebih baik untuk mempertahankan fungsi pengontrolan diri. ( Maramis, 2005)
- · Meningkatkan kemampuan adaptasi lingkungan (Anonym , 2001)
- · Mengevaluasi situasi kehidupan pasien saat ini, beserta kekuatan serta kelemahannya, untuk selanjutnya membantu pasien melakukan perubahan realistik apa saja yang memungkinkan untuk dapat berfungsi lebih baik (Tomb, 2004).
- · Ventilasi atau kataris
- · Persuasi atau bujukan (persuasion)
- · Sugesti
- · Penjaminan kembali ( reassurance)
- · Bimbingan dan penyuluhan
- · Terapi kerja
- · Hipno-terapi dan narkoterapi
- · Psikoterapi kelompok
- · Terapi prilaku
- Terapi hubungan antar manusi (relationship therapy)
- Terapi sikap (attitude therapy)
- Terapi wawancara ( interview therapy)
- Analisan dan sinthesa yang distributif (terapi psikobiologik Adolf meyer)
- Konseling terapetik
- Terai case work
- Reconditioning
- Terapi kelompok yang reduktif
- Terapi somatic
Perbedaan antara Konseling dengan Psikoterapi
- Konseling sebagai usaha pemberian nasehat.
- Konseling sebagai pemberian informasi.
- Konseling menciptakan ketergantungan kepada konselor.
- Konseling mempengaruhi klien.
- Konseling harus netral nilai.
- Konseling sama dengan intervin.
- Konseling sebagai proses.
- Konseling sebagai hubungan spesifik.
- Konseling adalah membantu klien.
- Konseling untuk mencapai tujuan hidup.
Psikoterapi merupakan proses interaksi formal antara
dua pihak atau lebih, yaitu antara klien dengan psikoterapis yang bertujuan
memperbaiki keadaan yang dikeluhkan klien. Seorang psikoterapis dengan
pengetahuan dan ketrampilan psikologisnya akan membantu klien mengatasi keluhan
secara profesional dan legal.Pengertian Psikoterapi
Psikoterapi adalah serangkaian metode
berdasarkan ilmu-ilmu psikologi yang
digunakan untuk mengatasi gangguan kejiwaan atau mental seseorang,
dapat juga dikatakan sebagai usaha penyembuhan untuk masalah yang berkaitan
dengan pikiran, perasaan dan perilaku. Psikoterapi berasal dari kata Psyche : mind / jiwa dan Therapy : merawat, mengobati,
menyembuhkan. Oleh karena itu, psikoterapi disebut juga dengan istilah terapi kejiwaan, terapi mental, atau terapi
pikiran.- Dari segi proses : berupa interaksi antara dua pihak, formal, profesional, legal dan menganut kode etik psikoterapi.
- Dari segi tujuan : untuk mengubah kondisi psikologis seseorang, mengatasi masalah psikologis atau meningkatkan potensi psikologis yang sudah ada.
- Dari segi tindakan: seorang psikoterapis melakukan tindakan terapi berdasarkan ilmu psikologi modern yang sudah teruji efektivitasnya.
Tujuan terapi :
- memperkuat motivasi klien untuk melakukan hal yang benar.
- mengurangi, menghapus atau mengubah tekanan emosional atau gejala gangguan psikologis.
- mengembangkan potensi klien .
- mengubah kebiasaan menjadi lebih baik.
- memodifikasi struktur kognisi (pola pikir).
- memperoleh pengetahuan tentang diri .
- mengembangkan kemampuan berkomunikasi & hubungan interpersonal.
- meningkatkan kemampuan mengambil keputusan .
- mengubah kondisi fisik.
- mengubah dan meningkatkan kesadaran diri.
- penyesuaian lingkungan sosial demi tercapai perubahan.
Dasar psikoterapi adalah karena manusia pada dasarnya bisa dan mungkin untuk dipengaruhi atau diubah melalui intervensi psikologi yang direncanakan. Dan terapi akan efektif jika adanya pemulihan dalam hubungan interpersonal, adanya keterampilan coping yang lebih baik , pertumbuhan personal.
Jumat, 27 Desember 2013
MOTIVASI
Menurut
Weiner (1990) yang dikutip Elliot (2000) motivasi didefinisikan sebagai kondisi
internal yang membangkitkan kita untuk bertindak, mendorong kita mencapai
tujuan tertentu dan membuat kita tetap tertarik dalam kegiatan tertentu.
Motivasi menjadi suatu kekuatan, tenaga atau daya, atau suatu keadaan yang
kompleks dan kesiapsediaan dalam diri individu untuk bergerak ke arah tujuan
tertentu, baik disadari maupun tidak disadari (Makmun, 2003). Menurut Kamus
Besar Bahasa Indonesia (1991 : 666) motivasi adalah dorongan yang timbul pada diri
seseorang secara sadar atau tidak sadar untuk melakukan suatu tindakan dengan
tujuan tertentu.- Kebutuhan Faali yang diperlukan untuk mempertahankan hidup seperti zat asam, air, makanan, minuman, udara. Contohnya adalah : Sandang / pakaian, pangan / makanan, papan / rumah, dan kebutuhan biologis seperti buang air besar, buang air kecil, bernafas, dan lain sebagainya.
- Kebutuhan keamanan. Kita perlu merasa bebas dari ancaman terhadap hidup kita, seperti kebutuhan akan keakraban, keteraturan, dan mempunyai rumah tempat tinggal. Contoh seperti : Bebas dari penjajahan, bebas dari ancaman, bebas dari rasa sakit, bebas dari teror, dan lain sebagainya.
- Kebutuhan akan belonging dan cinta. Semua orang ingin merasakan bahwa mereka tergolong pada sesuatu dan bahwa paling tidak satu orang mencintai/menyayanginya.
- Kebutuhan akan penghargaan dan harga diri. Kita perlu merasa bahwa kita berharga dan mampu, dan bahwa masyarakat menghargai sumbangan kita terhadapnya. Contoh : pujian, piagam, tanda jasa, hadiah, dan banyak lagi lainnya.
- Kebutuhan aktualisasi/ perwujudan diri. Kebutuhan akan pengembangan dan perwujudan potensi kita sepenuhnya, termasuk imajinasi dan kreativitas.
Berdasarkan contoh diatas, hal tersebut termasuk kedalam teori motivasi yaitu drive reinforcement yang lebih spesifik lagi termasuk kedalam reward. Yakni jika SPG tersebut dapat memenuhi atau melebihi target, maka ia dijanjikan akan naik jabatan.
LEADERSHIP
Leadership
atau kepemimpinan Menurut Hampil adalah langkah pertama yang hasilnya
berupa pola interaksi kelompok yang konsisten dan bertujuan menyelesaikan
problem-problem yang saling berkaitan.- Orang tidak suka bekerja dan mereka berusaha untuk menghindarinya.
- Orang tidak suka bekerja, sehingga manajer harus mengendalikan, mengarahlan, memaksa, dan mengancam pekerja agar mereka mau bekerja menuju tujuan organisasi.
- Orang cenderung suka untuk diarahkan, menghindari tanggung jawab dan menginginkan keamanan mereka memiliki sedikit ambisi.
- Orang tidak secara alami membenci pekerjaan, pekerjaan merupakan suatu bagian yang alami dari hidup mereka.
- Orang secara internal termotivasi untuk mencapai tujuan yang menjadi tanggung jawab mereka.
- Orang mengikatkan diri pada tujuan hingga suatu tingkat dimana mereka menerima penghargaan pribadi ketika mereka mencapai tujuan mereka.
- Orang akan mencari dan menerima tanggung jawab dalam kondisi yang disukai.
- Orang memiliki kapasitas untuk berinovasi dalam memecahkan masalah organisasi.
- Orang pada dasarnya cerdas tapi dalam kebanyakan kondisi organisasi, potensi mereka kurang dimanfaatkan secara penuh.
prosedur-prosedur yang telah ditetapkan. Pemimpin mempercayai bawahan sampai tingkat tertentu, memotivasi bawahan dengan ancaman atau hukuman tetapi tidak selalu dan memperbolehkan komunikasi ke atas. Pemimpin memperhatikan ide bawahan dan mendelegasikan wewenang, meskipun dalam pengambilan keputusan masih melakukan pengawasan yang ketat.
Pemimpin mempunyai kekuasaan terhadap bawahan yang cukup besar. Pemimpin menggunakan balasan (insentif) untuk memotivasi bawahan dan kadang-kadang menggunakan ancaman atau hukuman. Komunikasi dua arah dan menerima keputusan spesifik yang dibuat oleh bawahan.
